Maret 19, 2018

Tips Mencoba Bisnis Start-UP untuk Pemula

The Local Market menghadirkan Bapak Agni Pratama (VP Business Develoment LiMa Group) sebagai narasumber workshop produk kerajinan lokal.
 

Melihat perkembangan perusahaan start-UP dalam era digital yang kian meningkat di Indonesia tak heran bila banyak anak muda tertarik mencobanya. Namun, memulai start-UP tidak mudah, perlu melakukan riset terlebih dahulu jika tak ingin kalah bersaing. Agni Pratama (Vice President Business Development LiMa Group) yang juga craft enthusiast, memberikan tips-tips untuk anak muda yang ingin mencoba membangun perusahaan start-UP.

1. Mulai dari Masalah
Agni menyarankan untuk memulai bisnis dengan melihat 'masalah' yang ada di masyarakat. Ini cara terbaik untuk mulai membangun start-UP.

"Mulai dari problem yang dialami oleh market, sekarang masyarakat punya masalah apa sih. Kayak perusahaan Gojek bagus dia start dari isu transportasi masyarakat, mencari banyak informasi, sampai sekarang. Memang seharusnya dimulai dari riset dulu baru membuat produk," ujar Agni kepada CNBC Indonesia saat ditemui di bazaar The Local Market, Le Marison Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

2. Kenal Ekosistemnya
Agni juga menuturkan kalau para pelaku usaha start-UP perlu mengenal ekosistem bisnisnya. Jangan semua mau bergerak sendiri hanya berdasarkan pengetahuan pribadi. Penting untuk pemilik start-UP mempunyai mentor atau konsultan.
"Kegagalan utama start-UP adalah nggak kenal ekosistemnya. Mereka nggak punya mentor, mereka hanya melakukannya based on research jadi hanya tahu kalau barang ini laku tapi nggak kenal ekosistem bisnisnya, ini bahaya," terangnya.

3. Punya Visi Besar
Sebagai pebisnis, Agni mengingatkan kalau Anda harus mempunyai visi-misi dalam jangka waktu panjang. Tidak hanya memikirkan bisnis yang dibangun saat ini tapi juga memiliki formulasi untuk pengembangannya. "Punya visi yang besar itu jadi modal kuat. Investor akan tertarik ketika kita punya visi dan misi yang besar, misalnya oke saya mau mendirikan satu toko dulu akan berbeda dengan oke saya mau membuat satu toko di setiap kota di seluruh Indonesia," tambah pria yang sudah terjun di industri bisnis craft sejak 1997 itu.

4. Hati-hati Memilih Investor
Ketika perusahaan start-UP Anda sudah berkembang dan banyak investor menawarkan bantuan, Agni mengingatkan untuk berhati-hati. Kini mendapatkan investor tak hanya buat modal tapi juga mempertimbangkan model bisnis ke depannya. Ketika Anda sudah tidak satu visi dan misi dengan investor sebaiknya mencari yang lain karena sangat mempengaruhi perkembangan bisnis nantinya. Menurut Agni, saat sebuah start-UP sudah memiliki value dan produk yang bagus di pasar, tak perlu takut untuk kehilangan investor. Justru akan banyak investor yang datang dan Anda harus hati-hati dalam memilihnya.

5 Tips untuk Milenial
Bukan rahasia lagi kalau para milenial lebih tertarik bisnis daripada kerja kantoran. Dalam memulai bisnis, milenial cenderung masih mempunyai ego yang bisa menghambat mereka untuk berkembang. Agni Pratama selaku Vice President Business Development LiMa Group Craft Enthusiast, mengingatkan lima hal penting yang perlu diperhatikan milenial sebelum memulai bisnis agar usaha mereka bisa terus berkembang ke depannya.

1. Jangan Semua Dipegang Sendiri
Menurut Agni, banyak pebisnis milenial yang masih memiliki ego terhadap bisnisnya. Salah satunya ada keinginan menangani semua bisnis miliknya sendiri. Padahal untuk mengembangkan bisnis perlu ada kolaborasi dengan pihak lain.

"Misalnya yang bukan desainer merasa seperti desainer padahal sama sekali nggak ada background desainer. Cuma karena desain pertamanya laris dia merasa gua desainer hebat. Ingat, dia itu bukan desainer tapi businessman, itu bisa bikin bisnisnya mandek. Sekarang banyak kok desainer yang mau bantu kamu nggak hanya dari sisi desainnya tapi juga function jadi ada perkembangan," jelas Agni kepada CNBC Indonesia.

2. Mulai dengan Jumlah Partner Ganjil
Pria yang sudah lebih dari sepuluh tahun bergerak di industri bisnis craft tersebut menganjurkan agar sebaiknya memulai usaha dengan partner yang jumlahnya ganjil. Hal ini juga bisa berpengaruh terhadap bisnis ke depannya. "Kalau kamu butuh partner jangan satu tapi dua sekalian biar kalau ada apa-apa ke depannya, ada mediatornya. Saya sarankan kalau mau growing pastikan jumlah partner kamu ganjil," kata Agni.

3. Melakukan Review
Penting untuk melakukan review terhadap produk Anda, model bisnis, hingga orang-orang yang bekerja bersama. Agni menyarankan untuk melakukam review tersebut setiap tiga atau enam bulan sekali agar tidak ketinggalan dengan yang lain. Review ini dilakukan bisa terus memiliki inovasi baru baik dalam perkembangan produk maupun model bisnisnya.

4. Financial Planning dari Tahun Pertama
"Financial planning perlu dilakukan sejak tahun pertama berbisnis, termasuk bikin journal, budget. Jadi harusnya tahun ini uang masih dari ngutang sana-sini, dua tahun kemudian harus tambah pinjam BRI, tahun ke tujuh cari dana lewat IPO, itu sudah direncanakan jangka panjang," saran Agni kemudian.

5. Terus Riset
Agni menekankan pebisnis yang sukses selalu melakukan riset. Terus membaca, meneliti pasar, yang akan berguna dalam pengembangan bisnis. Jadi riset perlu dilakukan tak hanya ketika akan memulai bisnis tapi juga setelah bisnis tersebut berjalan.

Lihat Berita Lainnya